Tips Membangun Bisnis / Usaha Hotspot Voucher

Bisnis hotspot atau wifi saat ini memang menjanjikan. Karena perkembangan jaman akan kebutuhan smartphone atau gadget. Coba kita lihat lingkungan di sekitar, pasti setiap rumah mempunyai smartphone. Agar bisa memanfaatkan segala fiturnya smartphone pasti harus memiliki akses ke internet. Untuk akses internet pasti membutuhkan ISP (Internet Service Provider). Entah itu menggunakan jaringan seluler atau wifi.

tips membangung usaha hotspot

Nah pada artikel kali ini FormaTekno akan membahas tentang bagaimana membangung usaha hotspot di rumah. Dengan sistem voucher seperti di warnet atau wifi.id.

Saat ini banyak sekali warung kopi dan cafe yang menyediakan free wifi sebagai penunjang agar warung kopi dan cafe tersebut ramai pengunjung. Usaha tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Lalu bagaimana jika kita ingin membangun usaha hotspot dengan modal pas-pasan. FormaTekno punya sedikit tips cara membangun usaha hotspot di rumah dengan modal kurang lebih hanya 1 juta.

Syarat untuk membangun usaha hotspot voucher :

  1. Jaringan Wifi
  2. Mikrotik
  3. Router untuk Acces Point
  4. Kabel LAN
  5. Laptop / Komputer

Tips Membangun Usaha Hotspot Voucher

1.Tanpa Menggunakan Mikrotik

Mikrotik adalah sebuah perangkat keras. Yang berfungsi untuk mengelola jaringan dan mengontrolnya. Seperti pembagian bandwith, konfigurasi LAN dan billing hotspot. Namun kita masih bisa membangun usaha hostpot tanpa mikrotik.

Yang penting rumah kita sudah terpasang wifi entah itu dari provider Telkom atau provider lainya. Jadi kita bisa langsung menentukan tarif bagi pembeli. Misalnya Rp. 6000 seharian. Agar password wifi tidak mudah bocor maka si pemilik wifi harus memasukan password wifi kepada hp si pembeli.

Kita bisa mengganti password wifi setiap jam 12 malam agar ke esokan harinya pembeli tidak bisa mengakses wifi. Jadi jika pembeli ingin terhubung dengan wifi harus bayar lagi.

Kelebihan dan Kekurangan Tanpa Menggunakan Mikrotik

#Kelebihan

  • Lebih murah karena tidak perlu membeli alat tambahan lagi.
  • Simpel tidak membutuhkan banyak pengaturan. Cukup mengatur password wifi sesuai jam yang di tentukan.

#Kekurangan

  • Password mudah di jebol. Karena saat ini banyak aplikasi di Playstore bisa digunakan untuk melihat password wifi yang sedang terhubung. Walaupun kita yang memasukan password tersebut.
  • Bandwith tidak terkontrol.
  • Tidak bisa digunakan untuk sistem voucher. Misalnya 1 jam Rp. 2000, 2 Jam Rp. 3000 karena tidak mungkin kita mengganti password wifi setiap jam.

Baca Juga : Cara Mengetahui Lokasi Wifi Id Terdekat Yang Ada di Sekitar

2.Menggunakan Mikrotik

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Jika kita membangun usaha hotspot voucher kita harus punya mikrotik terlebih dahulu. Kerena banyak fitur yang tersedia pada mikrotik. Mikrotik standar yang bisa digunakan untuk hotspot voucher adalah tipe RB750 dengan harga sekitar 600-700 ribu.

Gambar di bawah ini adalah konsep dasar dari mikrotik.

tips membangung usaha hotspot

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Mikrotik

#Kelebihan

  • Bisa mengatur Bandwith. Misal kita punya jaringan wifi dengan kecepatan 10Mbps, maka kita bisa membaginya agar ketika banyak yang terhubung tidak lag.
  • Password tidak mudah di jebol.
  • Dapat mengatur waktu pemakaian. Contohnya jika sudah 1 jam langsung diskonek secara otomatis.
  • Dapat mengetahui siapa saja yang sedang terhubung.
  • Bisa digunakan untuk menjual voucher internet seperti wifi.id

#Kekurangan

  • Pengaturanya yang sedikit sulit. Alangkah baiknya kita cari orang yang sudah paham tentang mikrotik. Karena jika salah mengkonfigurasinya maka tidak berjalan dengan baik.
  • Butuh biaya tambahan untuk membeli mikrotik dan router sebagai acces point.

Itulah Tips Membangun Hotspot Voucher yang bisa kita lakukan dirumah. Saran dari admin lebih baik menggunakan mikrotik. Walaupun sedikit lebih mahal tapi untung yang kita dapatkan lebih besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.